Program Linux dan Free/Open Source Software

Sesuai dengan tujuan mata pelajaran TIK dalam Kurikulum 2004 dan 2006, berikut ini contoh beberapa program Linux untuk pendidikan dasar dan menengah.

  • Teknologi Informasi dan Komunikasi umum
    Materi ini meliputi pengenalan komputer dan sistem operasi, yang dapat menggunakan distro Linux populer buatan anak bangsa seperti BlankOn, IGOS Nusantara, dan Kuliax, atau distro Linux umum seperti Fedora, Ubuntu, Debian, Mandriva, openSUSE, dan Slackware.
  • Aplikasi multimedia/spesifik (presentation)
    Contoh aplikasi yang dapat digunakan untuk materi ini adalah Audacity untuk mengolah suara, Kino dan Kdenlive untuk mengolah video, dan OpenOffice Impress untuk presentasi.
  • Pengolahan gambar (drawing)
    Mengolah gambar di Linux dapat menggunakan OpenOffice Draw, Kontour, Inkscape, Krista, dan GIMP.
  • Pengolah kata (Word Processor)
    Linux memiliki beberapa aplikasi untuk ini, antara lain OpenOffice Writer, AbiWord, dan Kword.
  • Pengolah angka (Spreadsheet)
    Tersedia beberapa spreadsheet di Linux, antara lain OpenOffice Calc, Gnumeric, dan Kspread.
  • Pemanfaatan database
    Selain OpenOffice Base yang disertakan pada paket OpenOffice.org, MySQL dan PostgreSQL merupakan pilihan tepat untuk belajar database.
  • Pemrograman
    Pemrograman di Linux dapat dipenuhi oleh Python atau Gambas yang sangat mirip Visual Basic, atau PHP dan Java untuk pemrograman berbasis web, dan sebagainya.
  • Pemanfaatan LAN dan Internet (email, web, dll.)
    Ini materi-materi yang sangat cocok menggunakan Linux, karena semua distro Linux menyediakan aplikasi untuk jaringan, server (misal web server Apache dan mail server Postfix) dan client (web browser Firefox dan email client Evolution atau Thunderbird).

Daftar Pengganti Program Windows

Berikut ini sebagian daftar program yang jalan di Windows dan penggantinya di Linux:

  1. MS Office => OpenOffice, KOffice, AbiWord, Gnumeric
  2. Internet Explorer => Firefox, Konqueror
  3. Outlook => Evolution, Thunderbird, KMail
  4. Yahoo Messenger => Pidgin, Yahoo Messenger.
  5. File/Print Sharing => Samba, NFS, CUPS
  6. Photoshop => GIMP, ImageMagic
  7. CorelDraw => Inkscape, Xara
  8. Publisher/PageMaker/InDesign => Scribus
  9. SQL Server => MySQL, PostgreSQL
  10. VisualBasic/.Net => Gambas/Mono
  11. ASP => PHP, Java
  12. IIS Web Server => Apache Web Server
  13. Exchange Server => Postfix, Sendmail, Qmail
  14. WinZip => File Roller, Ark
  15. DreamWeaver => NVU
  16. WinAmp => XMMS, Rhythmbox, Audacious
  17. CoolEdit => Audacity
  18. Windows Media Player => MPlayer, Totem, Xine
  19. AutoCAD => QCAD, VariCAD
  20. 3D Max => Blender
  21. Nero => K3b, Brasero
  22. MyMoney => GnuCash
  23. SPSS => R-base, PSPP
  24. dll.

Hambatan dan Solusi

  1. Fasilitas pendidikan yang sudah kuno, misal sebelumnya menggunakan Windows 95/98 dan MS Office 97 karena komputer hanya sekelas Pentium I-II dengan RAM 64-128 MB.
    Solusi: Upgrade atau tukar tambah komputer.
    Solusi alternatif 1: Pasang jaringan dan komputer server sehingga komputer lama menjadi thin-client atau diskless.
    Solusi alternatif 2: Pilih Linux yang ringan, seperti Damn Small Linux dengan pengolah kata Abiword, spredsheet Gnumeric, dan sebagainya.
  2. Pengajar dan atau teknisi/laboran kesulitan belajar sendiri Linux dan FOSS. Solusi: Adakan pelatihan untuk guru dan teknisi/laboran.
    Solusi alternatif 1: Belikan CD/DVD dan atau buku Linux untuk bahan belajar guru/teknisi secara mandiri.
    Solusi alternatif 2: Ganti guru jika guru yang ada tidak mau belajar hal baru.
  3. Siswa atau orang tua siswa keberatan anaknya hanya belajar Linux dan FOSS.
    Solusi: Jelaskan kepada siswa dan orang tua siswa bahwa setelah menguasai Linux dan OSS tidak akan kesulitan menghadapi Windows.
    Solusi alternatif-1: Beli 1 lisensi Windows untuk mengenalkannya kepada siswa.
  4. Printer dan atau perangkat keras lainnya tidak bekerja baik di Linux.
    Solusi: Cari drivernya di internet.
    Solusi alternatif-1: Tukar tambah printer atau perangkat keras dengan yang dapat dijalankan di Linux.
    Solusi alternati-2: Pertahan 1 komputer Windows untuk keperluan printer dan scanner atau menjalankan program yang belum bisa diganti.
    Catatan: Kalau hanya untuk printer atau scanner, bisa rugi membeli lisensi Windows, karena bisa lebih mahal daripada membeli printer atau scanner baru yang bisa dipakai di Linux.
  5. Pemerintah atau pejabat dinas pendidikan tidak mendukung Linux/FOSS.
    Solusi: Demo! (Demokan contoh penggunaan Linux untuk pendidikan).

Penulis adalah : Ketua Yayasan Penggerak Linux Indonesia, Wakil Ketua AOSI, Pemred InfoLINUX, dan Direktur Nurulfikri.com dan dapat dihubungi melalui email : rusmanto at gmail dot com

Dokumen ini dapat dicopy, diedit, dan disebarluaskan tanpa harus izin kepada penulis sesuai ketentuan lisensi yang tersedia di http://www.fsf.org/licensing/licenses/fdl.html

 sumber : http://kluwek.linux.or.id/2010/03/29/pendidikan-tik-berbasis-linuxfoss/

One comment

  1. Mohon bantuannya, kami tinggal di desa jauh dr jaringan telkom, kami ingin membuka warnet dengan menggunakan PILK, bagai mana cara pendaftarannya dan dana pemasangannya sampai berapa.
    Pendaftaran mau dirikan pilk itu apakah langsung datang sendiri ke pt.telkom

    Terimakasih
    Arif s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s